Rabu, 03 Oktober 2012

Pasha Ungu, Idolaku


Pasha Ungu, Idolaku
Pasha Ungu adalah vokalis band Ungu. Nama aslinya yaitu Sigit Purnomo Syamsudin Said, ya nama nama islam yang terdengar indah pemberian dari kedua orang tuanya. Sigit Purnomo Syamsudin Said atau Pasha terlahir dan mulai menikmati keagungan ciptaan Tuhan ini di Donggala pada tanggal 27 November 1979. Ayahnya bernama H. Syamsuddin Said dan  ibunya Hj. Andi Bumbeng yang berdarah Bugis. 
Pasha Ungu mengawali kiprah di dunia musik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia berusaha, berdoa untuk mencapai cita cita yang dia inginkan waktu itu. Sebelumnya dia pernah menginjakkan kakinya di perguruan tinggi ABA-ABI sebelum akhirnya berhenti dan memutuskan untuk serius berkarier di dunia entertainment. Pasha mengawali karier profesionalnya didunia entertainment sebagai model iklan , pemain sinetron, dan bergabung dengan grup band lain sebelum Ungu. Pada tahun 1999, grup band Ungu tengah mencari personil untuk mengganti kekosongan vokalis yang ditinggalkan oleh Michael. Pasha Ungu merasa tertarik kemudian mencoba menawarkan suara indahnya untuk menggantikan Michael.Suara Indah Pasha cocok dengan lagu- lagu yang dibawakan Ungu kemudian bergabunglah Pasha dengan Ungu. Nasib dan takdir memang tak bisa ditebak. Dengan usaha dan kerja keras akhirnya bersama Ungu, pasha berhasil menelurkan beberapa album yang sukses di pasaran. Beberapa lagu ciptaan Pasha Ungu hingga sekarang yaitu Hampa hatiku, Ku Pinang Kau dengan Bismillah, dan lain lain. Pasha Ungu menemukan jati dirinya bersama Ungu.
Di umur yang kini hampir 34 tahun,  dia tampak awet muda dan tak kalah dengan penyanyi muda lainnya. Empat buah hati dan satu orang istri yang ia punya pun tak mengurangi kemudaan dari seorang pujangga seperti Pasha Ungu ini.  Kisya Alvaro Putra Sigit, Shakinah Azalea Napasha, dan Nasha Anaya Putri Valentina Pasha, ya , begitu lah sebutan dari buah hati dari vokalis band Ungu, Pasha Ungu. Tak lama, rumah tangga Pasha mengalami cobaan dan akhirnya dia memutuskan untuk berjalan sendiri tanpa Ibunda dari buah hati Pasha Ungu. Sekian lama menduda Pasha Ungu akhirnya mendapatkan tambatan hati baru. Seorang pramugari berparas anggun dan cantik kelahiran kota bandung ini memikat hati pasha Ungu. Adelia Wilhemina, ya itulah nama Indahnya. akhirnya Cinta mereka berlabuh di pelaminan. Tak lama mereka dikaruniai seorang pangeran kecil yang mereka namai Dewa Hikari Zaidan Ibrahim.
Pasha Ungu mempunyai sebuah karisma yang membuat setiap orang yang melihatnya jatuh cinta kepadanya. Parasnya yang tampan, matanya yang sipit memperindah pandangannya, hidungnya yang mancung menambah pesonanya, bibirnya yang sedikit tebal menghiasi setiap senyum yang dilontarkannya, rambut yang dipotongnya cepak membuat kesan cool melekat pada dirinya. Perawakan besar Pasha Ungu mengartikan kewibawaan yang terpancar diwajahnya, membuat orang- orang yang mencintainya tak pernah lelah memuja dan memujinya. Gaya bicaranya yang terkesan santai dan penuh senyum menambah satu kebaikan yang melekat pada dirinya. Pasha Ungu tak pernah meninggalkan karismanya dibawah panggung. Karisma itu dia bawa sampai ke atas panggung menyejukkan hati setiap orang yang melihatnya. Kekhasannya dalam bergaya diatas panggung membuat setiap orang yang melihatnya terpana dan serasa tak ingin berpaling dari dirinya. Suaranya terdengar merdu diatas panggung, ditambah dengan alunan musik beraliran pop ciptaannya membuat satu paketan bagai satu paket KFC ayam beserta minumnya. Sangat lezat. Cowok dengan cewek idaman putih, tinggi, rambut hitam panjang, ada sprutennya, funky, cool, berwawasan ini menebarkan sejuta pesonanya sehingga membius setiap orang yang melihatnya.
Cowok dengan tinggi 173 m dan berat 60 kg ini mengagumi sebuah warna yang menyejukkan seperti halnya dirinya yang menyejukkan setiap orang yang melihatnya yaitu warna biru. Makanan favoritnya yaitu mi instan dan telur dadar buatan tambatan hati pasha Ungu, Adelia Wilhemina. Penyanyi yang memiliki zodiak sagitarius ini merupakan penganut agama islam dan patuh dengan ajaran ajaran islam. Saat Pasha ungu beranjak remaja, suara Pasha Ungu yang teralun indah dan fasih dalam membaca al quran, nyanyian muratal yang digunakan untuk mengumandangkan ayat ayat al quran terdengar syahdu di telinga para pendengarnya mengantarkannya mendapatkan juara II lomba adzan se- Sulawesi Tengah. Dalam kehidupan sehari hari dia terkenal sebagai lambang pemuda beriman yang menjadi idola remaja. Tempat favoritnya yaitu dirumah saat dia bisa berkumpul dan bercanda gurau dengan keluarga dan di studio saat dia bersama keempat temannya untuk membuat sebait puisi yang nantinya akan ia nyanyikan di atas panggung.
»»  Read More...

Selasa, 02 Oktober 2012

Resensi Buku Non-Fiksi



Amalan Mudah Menuju Surga 



Judul Buku : 40 Jalan Mudah Menuju Jannah
            Judul Asli   : The Forty Pathways to Jannah
            Penulis       : Sheikh Khalid Sayyid Ali
            Penerjemah: Ahmad Asnawi, S.Pd
            Cetakan     : I, 2010
            Tebal Buku : ix + 135 Halaman
            Penerbit     : LOCUS

Surga atau Neraka ? itulah tempat terakhir kita semua setelah berakhirnya kehidupan di dunia. Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki banyak amalan-amalan kebaikan. Tentu setiap orang ingin masuk surga, bukan ? Surga digambarkan oleh Allah SWT sebagai adalah tempat yang sangat nyaman dan indah lebih dari keindahan di dunia. Abdullah bin Amr bin Ash ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat puluh amalan, yang paling tinggi adalah menghadiahkan seekor kambing. Tidak ada seorang pun yang mengamalkan salah satu dari amalan-amalan ini untuk mendapatkan pahala dan dengan keyakinan sempura atas janji Allah kecuali akan memasukkan dia ke Surga.” Selain itu Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa menghafalkan 40 hadits demi kepentingan agama umatku, akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat sebagai orang Alim sedangkan Aku akan menjadi saksinya dan memberikan syafaat untuknya.”                                         
Buku yang mengulas mengenai 40 amalan tersebut adalah buku ’40 Jalan Mudah Menuju Jannah’. Buku yang diterjemaahkan Ahmad Asnawi, S.Pd dengan judul asli ‘The Forty Pathways to Jannah’ ini menguraikan 40 amalan yang menjadikan seseorang masuk surga. Empat puluh nasihat/amalan ini bertujuan untuk memperlihatkan kesedihan yang dialami Rasulullah SAW dalam membimbing umatnya ke arah amal-amal saleh. 40 amalan tersebut diuraikan satu per satu dengan penjelasan dan berbagai hadits.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca. Dengan cover buku yang dilengkapi illustrasi sesuai judul, sehingga menarik minat pembaca. Selain itu untuk mempermudah pembaca mengetahui isi dari buku ini. Berbagai amalan yang disebutkan dilengkapi uraian singkat dan berbagai hadits. Selain itu bahasanya ringan dan komunikatif sehingga mudah dicerna pembaca. Ukuran font huruf juga memadai. Buku ini juga berukuran saku sehingga mudah dibawa ke mana saja. Di sisi lain, buku ini akan kurang menarik bagi anak-anak karena tidak adanya illustrasi gambar pada setiap uraiannya.
Buku tulisan Sheikh Khalid Sayyid Ali ini dikemas dengan bahasa yang ringan dan komunikatif sehingga tidak terkesan berlebihan. Cover buku yang sesuai dengan judul sehingga dapat menarik minat orang untuk membacanya. Uraian setiap bab-nya tidak bertele-tele, sehingga lebih mudah dipahami. Mungkin, buku ini kurang cocok untuk anak-anak karena tidak adanya illustrasi gambar dalam setiap uraiannya.
Jadi, setiap amalan sekecil apapun tentu akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Marilah kita motivasi diri kita untuk lebih banyak melakukan amalan-amalan kebaikan. Semakin banyak amalan kita, semakin besar pula nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Buku ini sangat patut dibaca karena memotivasi kita untuk mengamalkan hal-hal kebaikan untuk menggapai surga, karena kebaikan itu adalah jalan mudah menuju jannah.
»»  Read More...

Jumat, 28 September 2012

Jalani, nikmati, rasakan, resapi, pelajari, hadapi, perbaiki, pakai

Hidup itu karunia, jangan kau sesali kau telah hidup.
Hidup itu rezeki, jangan kau buang sia-sia.
Hidup itu takdir, jangan kau menolaknya.
Hidup itu indah, jangan kau perburuk.
Hidup itu nikmat, jangan kau buat tidak enak.

Jalani apa takdirmu dan rubah jalan takdirmu ke tujuan yang terindah.
Nikmati hidupmu di dunia ini yang hanya sekali.
Rasakan semua yang kau dapatkan di dunia ini.
Resapi apa yang kau rasakan di hidup ini.
Pelajari apa yang kau dapat di dunia ini.
Hadapi semua tantangan hidup ini.
Perbaiki masa lalu hidupmu yang buruk.
Pakai seluruh kesempatan dalam hidupmu untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk dirimu di dunia dan akhirat dan berguna untuk orang lain

Intinya, gunakanlah, manfaatkanlah hidupmu di dunia ini yang hanya sekali, jangan kau sia-siakan. Nikmatilah semua karunia yang kau dapatkan tetapi tetap mempersiapkan diri untuk hidup yang abadi nanti. Jalani, nikmati, rasakan, resapi, pelajari, hadapi, perbaiki, pakai.







»»  Read More...

MAJOID (Last Part) Taufiq Ismail

IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak


Hukum tak tegak, doyong berderak-derak


Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,


Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza


Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia


Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata


Dan kubenamkan topi baret di kepala


Malu aku jadi orang Indonesia.
»»  Read More...

MAJOID (Part III) Taufiq Ismail

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.
»»  Read More...